PB HMI Audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif: Perkuat Sinergi Talenta Muda untuk Ekonomi Kreatif Nasional

Jakarta, 26 September 2025 – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menggelar audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, di Ruang Rapat Sarangan, Lantai 33, Thamrin Nine – Jakarta Pusat. Pertemuan ini membahas profil kelembagaan, peran strategis HMI dalam ekosistem ekonomi kreatif, serta peluang program kolaborasi untuk penguatan talenta muda Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen kementeriannya menjadikan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru Indonesia. Dengan kontribusi signifikan terhadap PDB, penciptaan lapangan kerja, dan ekspor, sektor ini diharapkan menjadi pilar penting dalam daya saing nasional.

“Ekonomi kreatif tidak hanya soal produk budaya dan seni, tetapi juga inovasi, teknologi, dan keberanian generasi muda. Pemerintah siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PB HMI, agar potensi anak muda Indonesia memberi dampak luas bagi bangsa,” ujar Menteri.

Deputi Bidang Pengembangan Strategis, Cecep Rukendi, menambahkan pentingnya sinergi dengan organisasi kepemudaan.

“Dengan kerja sama yang tepat sasaran, kita bisa membantu generasi muda mengatasi tantangan modal, akses pasar, hingga digitalisasi, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kreatif Indonesia,” jelasnya.

HMI sebagai Mitra Strategis Ekonomi Kreatif

Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menyampaikan bahwa HMI, sebagai organisasi kader terbesar dan tertua di Indonesia sejak 1947, memiliki jaringan kader dan alumni yang luas.

“Selama lebih dari tujuh dekade, HMI tidak hanya melahirkan pemimpin bangsa, tetapi juga insan kreatif di berbagai bidang. Kami siap menjadikan ekonomi kreatif sebagai lokomotif baru kaderisasi agar mahasiswa HMI tak hanya berpikir kritis, tetapi juga mampu menghadirkan karya inovatif,” kata Bagas.

Bagas menegaskan, dengan basis kader yang besar, jaringan alumni kuat, dan kapasitas organisasi yang solid, HMI berada pada posisi strategis menjembatani generasi muda dengan ekosistem industri kreatif nasional.

“Jika potensi ini dioptimalkan bersama Kemenparekraf, hasilnya akan nyata: tercipta lapangan kerja dan daya saing bangsa semakin kuat,” tambahnya.

Program Pesona Kreatif Nusantara

Ketua Bidang Ekonomi Kreatif PB HMI, Nur Ghina Muslimah, memperkenalkan program unggulan bertajuk Pesona Kreatif Nusantara. Program ini memiliki tiga fokus utama:

  1. Gerakan 500 Produk Ekonomi Kreatif – mendorong lahirnya produk unggulan kader di berbagai daerah.
  2. Kelas Master Kreatif – pelatihan dan mentoring bersama praktisi profesional.
  3. Kampanye Cerita Nusantara – gerakan kreatif untuk mengangkat budaya, cerita, dan potensi lokal Indonesia.

“Melalui program ini, kami ingin membuktikan bahwa pemuda bisa menjadi produsen ide dan karya, bukan hanya konsumen,” jelas Ghina.

Sekolah Pimpinan PB HMI: Wadah Kolaborasi Inovatif

Audiensi juga membahas rencana implementasi Sekolah Pimpinan PB HMI yang akan dilaksanakan pada 22–27 Oktober 2025. Program ini dirancang tidak hanya memperkuat kepemimpinan intelektual, tetapi juga mengintegrasikan aspek ekonomi kreatif seperti digitalisasi, bisnis kreatif, dan inovasi sosial.

PB HMI berharap, Sekolah Pimpinan mampu melahirkan pemuda yang siap memimpin sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional.

Audiensi ini menandai langkah awal sinergi lebih kuat antara PB HMI dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Share this post :
Picture of PB HMI
PB HMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *